Kodaeral II Padang Masih Bertahan di Arosuka, Hari ke-14 Galodo Diisi Pembersihan dan Evakuasi Material

AROSUKA, SOLOK | Empat belas hari setelah galodo menerjang Arosuka, pekerjaan di lapangan belum selesai. Sisa material bencana masih menumpuk di sejumlah fasilitas pemerintahan Kabupaten Solok. Batang pohon berukuran besar, bongkahan batu, tanah dan lumpur menjadi pekerjaan yang harus ditangani. Di tengah kondisi tersebut, personel Kodaeral II Padang kembali bergerak ke Kantor DPRD Kabupaten Solok untuk melakukan pembersihan dan evakuasi material, Minggu, 4 Oktober 2026.
Kodaeral II Padang telah berada dalam operasi penanganan bencana Arosuka sejak hari kedua masa tanggap darurat. Keterlibatan itu berlanjut setelah pemerintah memperpanjang masa tanggap darurat selama tujuh hari. Artinya, ketika sebagian pekerjaan mulai bergeser dari respons awal menuju pembersihan dan pemulihan, personel Kodaeral II Padang masih menjalankan tugas di lokasi terdampak.
Hari ke-14 dimulai dengan apel gabungan sekitar pukul 07.30 WIB di halaman Kantor Bupati Solok. Dari titik tersebut, personel kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Solok sekitar pukul 07.50 WIB. Sasaran pekerjaan telah ditentukan: membersihkan bagian bangunan yang terdampak sekaligus menangani material alam yang masih menghambat kawasan tersebut.
Sekitar pukul 08.00 WIB, personel Kodaeral II Padang bersama Yon TP 951 PM mulai bekerja. Ruang-ruang Kantor DPRD Kabupaten Solok dibersihkan dari sisa material bencana. Pekerjaan dilakukan secara langsung di lokasi, sementara material berukuran besar membutuhkan penanganan berbeda agar dapat dipindahkan dengan aman dan efektif.
Pada saat yang sama, Tim khusus operasional chainsaw Kodaeral II Padang diarahkan ke material kayu berukuran besar. Batang-batang pohon yang terbawa arus galodo masih berada di sekitar kawasan kantor. Kayu tersebut tidak bisa sekadar disingkirkan dengan tenaga manual, sehingga harus dipotong menjadi bagian lebih kecil sebelum dievakuasi.
Pekerjaan berlangsung hingga menjelang siang. Sekitar pukul 11.30 WIB, tim chainsaw kembali ke posko setelah menyelesaikan pekerjaan tahap pertama. Tim 1 pada waktu yang sama masih menyelesaikan pembersihan di Kantor DPRD Kabupaten Solok. Setelah istirahat, operasi kembali dilanjutkan sekitar pukul 13.30 WIB.
Sore hari, pekerjaan kembali terpecah. Tim chainsaw melanjutkan pemotongan material kayu di sekitar Kantor DPRD, sedangkan Tim 1 meneruskan pembersihan bangunan. Pekerjaan berlangsung hingga sekitar pukul 16.00 WIB sebelum personel kembali ke posko. Di lapangan, alat berat juga digunakan untuk membantu mempercepat pemindahan material yang memiliki volume dan bobot besar.
Besarnya material yang tersisa menunjukkan bahwa dampak galodo belum sepenuhnya selesai ditangani meskipun bencana utama telah berlalu. Batang pohon, batu, tanah dan lumpur masih menjadi bagian dari pekerjaan pemulihan. Karena itu, pembersihan fasilitas pemerintahan tidak berhenti pada satu hari operasi, tetapi harus dilakukan secara bertahap sesuai kondisi lapangan.
Dansatgas Gulbencal Arosuka, Letkol Mar Afrison, memastikan Kodaeral II Padang tetap mengambil bagian dalam operasi sampai masa tanggap darurat berakhir. “Kami tetap berpartisipasi sampai tanggap darurat berakhir,” kata Afrison. Untuk pekerjaan berikutnya, Tim 1 akan kembali menyasar bangunan instansi pemerintah Kabupaten Solok yang terdampak, sementara Tim 2 melanjutkan pemotongan dan evakuasi kayu menggunakan chainsaw.
Afrison juga menegaskan kesiapan Kodaeral II Padang untuk mendukung penanganan setelah masa tanggap darurat apabila dibutuhkan. “Kodaeral II selalu siap berpartisipasi dalam penanganan bencana, baik dalam masa tanggap darurat maupun pemulihan,” ujarnya. Di Arosuka, ukuran keberhasilan penanganan bukan pada banyaknya pernyataan, tetapi pada material yang berhasil disingkirkan, bangunan yang kembali dapat digunakan dan fasilitas pelayanan publik yang perlahan bisa berfungsi lagi.
TNI HADIR UNTUK RAKYAT, MENGABDI UNTUK NEGERI.
Katim RMO Group | Wyndoee
Posting Komentar