News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ronaldo Devinci Talesa Perketat Lapas Kelas IIA Padang, 174 Orang Jalani Tes Urine

Ronaldo Devinci Talesa Perketat Lapas Kelas IIA Padang, 174 Orang Jalani Tes Urine

LAPAS II A MUARO PADANG | Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang Ronaldo Devinci Talesa memimpin langsung operasi gabungan razia dan tes urine di Lapas Kelas IIA Padang, Selasa malam, 22 September 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB itu melibatkan Satbrimob Polda Sumbar, Polsek Padang Barat, Kodim 0312/Padang dan BNNP Sumbar sebagai langkah memperkuat keamanan sekaligus mencegah narkoba dan barang terlarang masuk ke lingkungan pemasyarakatan.

Operasi tidak berhenti pada pemeriksaan seremonial. Petugas langsung menyasar kamar hunian di Blok A-1, A-2, B-1, B-3 dan B-6, termasuk melakukan penggeledahan badan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Ronaldo Devinci Talesa bersama jajaran memastikan pemeriksaan berlangsung terukur, profesional dan tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Penggeledahan tersebut sejalan dengan fungsi pengamanan dalam Sistem Pemasyarakatan sebagaimana diatur UU Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Regulasi tersebut menempatkan pengamanan sebagai salah satu fungsi Pemasyarakatan bersama pelayanan, pembinaan, pembimbingan, perawatan dan pengamatan, dengan tetap menjunjung penghormatan, perlindungan serta pemenuhan hak asasi manusia.

Secara teknis, ketentuan pengamanan juga mengatur penggeledahan terhadap badan, barang, sel, area dan kendaraan. Permenkumham Nomor 8 Tahun 2024 turut mengatur pengamanan orang, aktivitas dan fasilitas di Rutan maupun Lapas melalui kegiatan pengawasan, pengamatan dan pengecekan.
Dari penyisiran sejumlah blok hunian tersebut, petugas menemukan berbagai barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar. Barang yang diamankan meliputi satu stop kontak, tiga piring kaca, dua gelas kaca, dua terminal, tiga kaleng dan delapan sendok besi.

Petugas juga menemukan 25 botol parfum kaca, dua obeng, satu tang, satu kunci pass, tiga cermin, satu ikat pinggang, satu gunting dan tiga pisau cutter. Seluruh barang hasil temuan kemudian diamankan untuk dilakukan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, hasil pemeriksaan juga memberikan catatan penting: tidak ditemukan handphone maupun narkoba di dalam blok hunian atau hasilnya nihil. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengawasan tetap harus dilakukan secara konsisten karena keamanan lapas tidak cukup hanya mengandalkan pemeriksaan sesekali.

Setelah penggeledahan, operasi dilanjutkan dengan tes urine terhadap 174 orang, terdiri dari 124 pegawai dan 50 WBP. Pemeriksaan dilakukan petugas klinik Lapas bersama anggota BNNP Sumbar dengan pengawasan pihak terkait untuk memastikan proses berjalan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hasilnya, seluruh sampel yang diperiksa dinyatakan NEGATIF narkoba. Pemeriksaan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika, yang secara umum diatur dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang memuat ketentuan mengenai pencegahan, pemberantasan, pembinaan, pengawasan hingga ketentuan pidana terkait narkotika.

Bagi Ronaldo Devinci Talesa, operasi gabungan tersebut menjadi bagian dari penguatan keamanan dan ketertiban sekaligus mendukung proses pembinaan WBP. Sinergi Lapas bersama TNI, Polri dan BNNP Sumbar memperlihatkan bahwa upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman membutuhkan pengawasan berlapis, konsistensi dan integritas. Lapas aman, bebas narkoba dan tertib bukan sekadar persoalan internal, tetapi bagian dari perlindungan masyarakat serta upaya memastikan proses pembinaan berjalan sesuai tujuan Sistem Pemasyarakatan.

Katim RMO Group | Wyndoee

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar